Hukum polaritas yang pernah dipopulerkan oleh Gerry Robert dan penulis best seller Wasi Darmolono melalui buku dasyatnya WINNING MINDSET, terasa nyata kebenarannya jika dipelajari melalui kasus bank Century.
Kedua penulis besar di atas mendefinisikan hukum polaritas sebagai suatu ujud kenyataan bahwa Allah menciptakan mahluk sekaligus fenomena kehidupan-Nya berpasang-pasangan, ada pria ada wanita, ada siang ada malam, ada suka ada duka, dan seterusnya.
Hukum itu berlaku universal dan dialami oleh siapa saja bagaimana pun keadaannya. Suka dan duka, misalnya, berlaku pada apa pun strata sosial ekonomi seseorang. Sebagai contoh di sini adalah fenomena nasabah bank Century.
Besar tabungan deposito mereka berbeda satu sama lain, bervariasi mulai dari puluhan juta hingga milyaran rupiah. Beberapa yang saya ketahui adalah ada yang memiliki tabungan sebesar dua ratus juta, enam ratus juta, dua miliar, dan ada yang delapan miliar rupiah. Semuanya tidak bisa ditarik pemiliknya.
Yang menjadi pertanyaan, mana yang lebih stress, pemilik tabungan dua ratus juta rupian atau si pemilik tabungan delapan miliar? Jawaban yang pasti adalah keduanya, bahkan semua nasabah menderita stress yang sama, karena uang tersebut adalah satu-satunya yang mereka miliki.
Wednesday, November 11, 2009
Subscribe to:
Comments (Atom)
